Selasa , Mei 21 2019
Home / Artikel / Begini Cara Mencari Hukum Islam yang Tepat di Internet

Begini Cara Mencari Hukum Islam yang Tepat di Internet

Pelajar NU – Saat ini internet telah menjadi salah satu media yang paling efektif dalam mencari informasi. Hanya dengan mengetik kata kunci terkait informasi yang dibutuhkan di berbagai platform search engine (mesin pencari) seperti google, yahoo, dan sejenisnya, masyarakat bisa mendapatkan ribuan informasi yang diinginkan dalam sekejap.
Namun apakah semua informasi yang disuguhkan dari hasil pencarian tersebut bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya? Apakah informasi di halaman pertama pencarian merupakan informasi yang paling valid? Jawabannya tidak.
Terkait dengan hal ini, Dosen Hukum Islam Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) A Khoirul Anam memberikan penjelasan bagaimana cara mencari informasi atau dasar hukum yang tepat terhadap semua amaliah ibadah agar lebih yakin dan mantap melalui internet khususnya terkait hukum Islam. 
“Jika kita tidak bisa mencari sendiri dalil dari kitab-kitab rujukan atau tidak ada ahli agama di sekitar tempat tinggal kita yang bisa ditanya. Maka pilihan kita pasti mencari di internet, dan sekarang pencarian itu lebih mudah kita lakukan dengan smartphone kita,” ujarnya kepada NU Online, Sabtu (23/2).
Hal-hal penting yang harus diperhatikan jika hendak mencari jawaban persoalan hukum Islam lewat mesin pencarian di internet seperti google yakni pastikan kita mengklik situs yang tepat. 
“Maksudnya situs yang bermaksud menjelaskan dalil-dalil amalan-amalan itu, bukan situs yang berpretensi menyalahkan atau menyesatkan amalan-amalan itu. Misalnya kalau mencari hukum adzan bayi yang baru lahir atau fadhilah membaca Yasin malam Jum’at, pastikan kita membuka situs NU Online, Muslim Media News, islami dot co, jaringansantri dot com, bincang syariah dan lain-lain yang akan menjelaskan apa yang kita ingin,” jelasnya.
Dipersilahkan untuk memilih dua sumber yang berbeda pendapatnya, jika kita ingin membandingkan dan kita mampu menganalisanya. 
“Tapi itu sebatas diperlukan saja, karena tujuan awal kita mencari dasar hukum hanya untuk memantapkan saja terhadap amalan yang sudah kita lakukan,” jelasnya.
Anam mengingatkan pihak-pihak yang anti atau tidak senang dengan sesuatu itulah biasanya yang paling sering menyampaikan sesuatu atau meng-upload konten tentang ketidaksenangan itu. 
“Itu sudah biasa. Maksudnya, kalau kita mencari hukum tahlilan, bisa jadi lebih banyak situs yang menuliskan tahlilan itu haram-sesat daripada yang menjelaskan dasar hukumnya,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan hasil percobaannya terkait hal ini dengan memakai kata kunci ‘Nahdlatul Ulama Sesat’. Hasilnya, ribuan link atau tautan pencarian muncul dan memuat kata kunci tersebut. Menurutnya hal ini terjadi karena banyak yang menuliskan kata itu di internet atau bisa banyak yang memakai hashtag atau tagar seperti itu.
“Di jagat internet, memang biasanya orang yang tidak suka dengan sesuatu, dia akan lebih sering menyebutkannya, sementara yang suka malah biasa saja dan tidak terlalu aktif. Maka saat googling, pastikan kita merujuk sumber yang tepat,” sarannya.
Saat ini lanjut Anam, kecenderungan orang mencari penjelasan hukum Islam dari internet semakin tinggi. Maka beberapa situs berita populer juga ikut memuat artikel-artikel keislaman dengan mengutip dari situs lain.
“Biasanya mereka malah tampil lebih atas dari situs yang dikutip karena memang traffic mereka lebih tinggi. Selama rujukan yang dikutip situs berita itu tepat, tidak masalah. Tapi tetap disarankan saat googling, kita merujuk ke sumber aslinya,” pungkasnya. (Muhammad Faizin)

Sumber : http://nu.or.id

About Admin

Check Also

Jejak-jejak Perjuangan Kemanusiaan Gus Dur

Pelajar NU – Oleh Zastrouw Al-Ngatawi Siang itu suasana pendopo pesanntren al Muayyad Solo dipadati …

20 Waktu yang Disunahkan Membaca Shalawat (Bagian II)

Pelajar NU – Berikut adalah kelanjutan dari artikel bagian sebelumnya tentang 20 (dua puluh) waktu yang …

20 Waktu yang Disunahkan Membaca Shalawat (Bagian I)

Pelajar NU – Sebagaimana diketahui bahwa membaca shalawat kepada Nabi merupakan kewajiban bagi orang mukmin. Hanya …

Monumen Tumpukan Enam Piring, Simbol Toleransi di Raja Ampat

Pelajar NU – Bila Anda berkunjung ke Kabupaten Raja Ampat di Provinsi Papua Barat dan ingin …

KH As’ad Syamsul Arifin, Mengomando Santri hingga Preman

Pelajar NU – “Perang itu harus niat menegakkan agama dan ‘arebbuk negere’ (merebut negara), jangan hanya …

SAYYIDAH NAFISAH, ULAMA PEREMPUAN GURU IMAM SYAFI’I

Pelajar NU – Ini kisah tentang perempuan suci, cicit dari Nabi Muhammad Saw. Ia juga seorang …

TIPS MEMILIH TEMAN DALAM SYAIR SUNDA BAING

Pelajar NU – Ada beberapa tips yang disampaikan Baing, seorang ulama dari Purwakarta. Ia menyampaikan tips …

TOLCHACH, IPNU DAN PMII

Pelajar NU – Sampai saya menulis ulang salah satu BAB di Buku Biografi Mbah Tolchah ini, …

Ratusan Pelajar Resmi Jadi Anggota Baru IPNU IPPNU Turen

Untuk ke tiga kalinya dalam periode kepengurusan yang sekarang, IPNU IPPNU Turen menggelar Masa Kesetiaan …

PK IPPNU SMA Modern Al-Rifa’ie meriahkan Harlah dengan Dialog Ke-ASWAJA-an

Berbeda dari hari biasanya, jumat kali ini SMA Modern Al-Rifa’ie terlihat sangat ramai, terdengar lantunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas