Selasa , Mei 21 2019
Home / Berita / PK IPNU-IPPNU SMA Ar-rifaie adakan Masa Kesetiaan Anggota

PK IPNU-IPPNU SMA Ar-rifaie adakan Masa Kesetiaan Anggota

Pelajar NU – IPNU-IPPNU merupakan sebuah organisasi kaderisasi yang menjadi kaki dari kaderisasi Nahdlatul Ulama. Sehingga keberlangsungan kaderisasi Nahdlatul Ulama di tentukan oleh kaderisasi IPNU-IPPNU.
Dalam menyongsong kaderisasi Nahdlatul Ulama, Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU SMA Ar-rifaie, mengadakan Masa kesetiaan Anggota (MAKSTA) sebagai pintu awal dalam gerbang perjuangan Nahdlatul Ulama (26-10-2018).
Dengan mengusung tema “Meencetak Pelopor NU Sebagai Kader Aswaja Menuju Indonesia Emas 2045” acara ini di harapkan menjadi awal perjuangan siswa SMA Ar-rifaie dalam membawa nama Nahdlatul Ulama menuju Indonesia emas 2045.
Acara ini di hadiri oleh Kepala Sekolah beserta seluruh jajarannya,PAC.IPNU-IPPNU Gondanglegi, PC. IPNU-IPPNU Kab. Malang.
Dalam sambutannya, Ust. Fardhan, selaku kepala sekolah menyampaikan bahwa, jadi santri jangan hanya menjadi santrinya kiyai di pondok pesantren saja, tapi harus menjadi santrinya hadratus Syaikh K.H Hasyim Asyari dengan cara memperjuangkan organisasi yang didirikannya (Nahdlatul Ulama).
“kami berharap, semoga dari pencetakan kader ini, pengurus Komisariat mampu membawa nama IPNU IPPNU menjadi organisasi Pelopor dan Organisasi favorit di SMK Ar-rifaie” harap rekanita Siti Nadhifatul Selaku Ketua PC IPPNU Kab. Malang.
Masa Kesetiaan Anggota PK. IPNU-IPPNU SMA Ar-rifaie ini di laksanakan selama tiga hari, tepatnya pada 26-28 Oktober 2018, di Aula SMK Ar-rifaie, yang juga akan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus baru PK. IPNU-IPPNU SMA Ar-rifaie.


K.H. Muflih selaku pengasuh PP Modern Ar-rifaie 2 yang juga sekaligus menjadi Bendahara PC. NU Kab. Malang menyampaikan rasa bahagianya karna santri-santrinya, khusunya di SMA mampu melaksanakan kaderisasi paling dasar dari Nahdlatul Ulama.
“berbahagialah kalian karna telah memilih organisasi yang tepat. Karna kalian adalah santri, NU itu lahir dari santri, IPNU-IPPNU juga lahir dari santri, santri adalah rumahnya NU, dan di masa ini, kalianlah yang harus mengisinya sebagai kader penerus Nahdlatul Ulama”.
“banyak sekali orang-orang besar terlahir dari NU, Presiden Indonesia ke empat contohnya, KH. Abdurrahman Wahid itu dulu adalah ketua PBNU, KH. Ma’ruf Amin, yang dulu pernah kita datangkan, juga merupakan Rois Aam PBNU, walaupun sekarang bukan beliau lagi. Sehingga nanti kalian yang harus menjadi seperti mereka melalui IPNU-IPPNU”. Tambahnya.

About Admin

Check Also

IPPNU Ajak Masyarakat Stop Pernikahan Anak

Pelajar NU – Lembaga Kesejahteraan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama …

Munas-Konbes NU Setuju RUU PKS dengan Catatan

Pelajar NU – Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) …

Open Recruitmen Masa Kesetiaan Anggota PAC. IPNU-IPPNU Gondanglegi

Pelajar NU – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri …

Presiden Jokowidodo Buka Kongres IPPNU

Pelajar NU – Jakarta, Presiden H Joko Widodo direncanakan memberikan pengarahan sekaligus membuka Kongres Ikatan Pelajar …

TIPS MEMILIH TEMAN DALAM SYAIR SUNDA BAING

Pelajar NU – Ada beberapa tips yang disampaikan Baing, seorang ulama dari Purwakarta. Ia menyampaikan tips …

MWC NU Gondanglegi Adakan Upacara Hari Santri Nasional Sebagai Puncak GHSN III

Pelajar NU – 22 Oktober merupakan puncak dari Hari Santri Nasional. 22 Oktober merupakan hari yang …

PAC. IPNU-IPPNU Bululawang Kemas Hari santri Nasional dengan Pelantikan

Pelajar NU –  Hari Santri Nasional merupakan moment yang sangat tepat untuk melaksanakan berbagaimacam kegiatan, …

PR IPNU-IPPNU Ganjaran Selenggarakan Rapat Anggota

Pelajar NU – Estafet kepengurusan dalam suatu organisasi adalah sebuah hal yang fardhu sebagai keberlangsungan kaderisasi. …

Time Plan Gebyar Hari santri Nasional Kecamatan Gondanglegi

Pelajar NU – Dalam memeriahkan hari bersjerah tidak cukup hanya dengam satu acara, sehingga MWC NU …

TOLCHACH, IPNU DAN PMII

Pelajar NU – Sampai saya menulis ulang salah satu BAB di Buku Biografi Mbah Tolchah ini, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas